Pages

Senin, 07 September 2026

Tugas 7 September 2026

 


TUGAS PAI
Kelas XII
Hari / Tanggal : Senin, 7 September 2026
Waktu Pengerjaan : Pukul 08:00 - 10:30 WIB

Bacalah Q.S As Syams diatas dengan tajwid yang benar, fokus pada penerapan Makhorijul Huruf, Mad, Ikhfa', Idzhar, Idghom, dan Iqlab serta Waqof.

Rekamlah bacaan anda dalam bentuk audio di hp masing-masing, lalu upload ke google drive anda dan bagikan link nya di kolom komentar di bawah ini. Jangan lupa diberi nama dan kelas.

Selamat mengerjakan.

Rabu, 26 Agustus 2026

BAB 2 Permasalahan Sosial Dalam Masyarakat

Bidang Studi : Sosiologi
Kelas / Semester : XI / Ganjil

Masalah sosial dapat didefinisikan sebagai suatu situasi yang telah memengaruhi sebagian besar masyarakat sehingga mereka percaya bahwa situasi itu bertanggung jawab atas kesulitan mereka. Situasi itu dapat diubah
--Arnold Rose--

Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari masalah, baik masalah individu maupun sosial. Langkah awal untuk mengatasi masalah tersebut adalah memahaminya.

A. Pengertian Masalah Sosial

Istilah masalah sosial mengandung dua kata, yakni masalah dan sosial. Kata sosial mengacu pada masyarakat, hubungan sosial, struktur sosial, dan organisasi sosial. Kata masalah mengacu pada kondisi, situasi atau perilaku yang tidak diinginkan, bertentangan, aneh, tidak benar, dan sulit. 

Ada dua elemen penting yang terkait dengan dengan definisi masalah sosial
Pertama, elemen objektif, menyangkut keberadaan suatu kondisi sosial. Kondisi sosial disadari melalui pengalaman hidup kita, media dan pendidikan.


Kedua, elemen subjektif, menyangkut keyakinan kita bahwa kondisi sosial tersebut berbahaya bagi masyarakat dan harus diatasi.


Berdasarkan kedua elemen tersebut, masalah sosial dapat didefinisikan sebagai kondisi sosial yang dipandang oleh suatu masyarakat berbahaya bagi anggota masyarakat dan harus diatasi. Dari definisi ini ada empat hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, penggunaan istilah masalah sosial menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah, oleh karenanya perlu dievaluasi karena kondisi tersebut membahayakan manusia.


Kedua, masalah sosial adalah kondisi sulit yang mempengaruhi tidak hanya satu orang tetapi sejumlah besar masyarakat.


Ketiga, definisi masalah sosial mengandung optimisme untuk dapat dirubah.
 

Keempat, masalah sosial adalah kondisi yang harus dirubah, dengannya perlu ikhtiar untuk melakukan sesuatu.

Permasalahan sosial antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain berbeda-beda. Di mana perbedaan tersebut dipengaruhi oleh nilai, keyakinan pengalaman hidup dan periode sejarah.

Beberapa teori sosiologi tentang permasalahan sosial

Teori Fungsionalis
Semua bagian masyarakat mempunyai fungsinya masing-masing dalam masyarakat. Semua bagian masyarakat ini saling bekerja sama membangun tatanan sosial yang stabil. Jika salah satu bagian dari masyarakat tersebut tidak menjalankan fungsinya dengan baik, terjadilah ketidakteraturan sosial dalam bentuk masalah sosial.


Berdasarkan teori fungsional, ada dua pandangan tentang masalah sosial. Kedua pandangan itu berasal dari patologi sosial dan disorganisasi sosial. Menurut patologi sosial, masalah sosial bagaikan suatu penyakit dalam tubuh manusia. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu sistem, organ atau sel tubuh tidak bekerja dengan baik. Penyakit sosial seperti kejahatan, kekerasan, kenakalan remaja tumbuh dalam masyarakat karena peran institusi keluarga, agama, ekonomi dan politik sudah tidak memadai. Di mana proses sosialisasi atas norma dan nilai tidak berjalan dengan baik. Menurut disorganisasi sosial, masalah sosial bersumber dari perubahan sosial yang cepat, yang memengaruhi melemahnya norma sosial.
 

Teori Konflik
Masalah sosial timbul dari berbagai macam konflik sosial, yaitu konflik kelas, rasa tau konflik etnis dan konflik gender. Terdapat dua perspektif teori konflik yaitu teori Marxis dan teori No-Marxis.  Teori Marxis muncul karena ketidaksetaraan kelas sosial. Teori Non-Marxis seperti Ralf Dahrendorf, menaruh perhatian pada konflik yang timbul karena kelompok-kelompok mempunyai kepentingan dan nilai yang berbeda.
 

Teori Interaksi Simbolis
Ada dua teori interaksi simbolis yang berbeda pandangan tentang masalah sosial. Pertama teori pelabelan (labeling theory), suatu kondisi sosial kelompok atau masrakat tertentu dianggap bermasalah, karena kondisi tersebut sudah dicap bermasalah. Kedua teori konstruksionisme sosial, masalah sosial merupakan hasil konstruksi manusia, di mana individu lebih sering berinteraksi dengan orang-orang yang mendefinisikan kejahatan sebagai suatu hal yang positif. Edwin Suterland mengistilahkan hal tersebut sebagai asosiasi diferensial.

B. Kemiskinan sebagai masalah sosial
Secara sosiologis âmassalah kemiskinan timbul sebagai akibat adanya lembaga kemasyarakatan di bidang ekonomi yang tidak berfungsi dengan baik. Contohnya di bidang produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa.

Kemiskinan adalah kondisi standar hidup yang sangat rendah. Bahkan, kebutuhan dasar pun tidak dapat dipenuhi. Kemiskinan semacam ini disebut kemiskinan absolut. Kemiskinan absolut berbeda dengan kemiskinan relatif. Kemiskinan relatif mengacu pada kurangnya sumber daya material dan ekonomi dibanding dengan beberapa penduduk lainnya.


Kemiskinan dapat disebabkan oleh faktor pribadi, faktor geografis, faktor ekonomi dan faktor sosial.
a. Kemiskinan karena faktor pribadi
 Penyakit, karena sakit seseorang tidak dapat bekerja dengan baik
 Penyakit mental
 Kecelakaan
 Buta huruf
 Kemalasan
 Pemborosan
 Demoralisasi moral, contoh minum minuman, perjudian, dan kejahatan lain

b. Kemiskinan karena faktor geografis
Iklim dan cuaca yang kurang baik
 Tidak adanya sumber daya alam yang memadai
 Bencana alam

c. Kemiskinan karena faktor ekonomis
 Sebab-sebab pertanian
 Distribusi kekayaan yang tidak merata
 Depresi ekonomi
 Pengangguran
 Penimbunan kekayaan yang tidak produktif, seperti pembelian perhiasan.

d. Kemiskinan karena faktor sosial
 Sistem pendidikan yang kurang memadai menyebabkan orang yang berpendidikan menganggur dan menjalani kemiskinan
 Perumahan yang tidak cukup
 Salah kelola rumah tangga, contoh peribahasa lebih besar pasak daripada tiang

C. Kriminalitas sebagai Masalah Sosial
Kriminalitas dan penyimpangan berbeda. Penyimpangan sosial merupakan kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial. Penyimpangan sosial adalah perilaku non-kompromis yang tidak disetujui masyarakat atau kelompok sosial, baik perilaku tersebut melanggar hukum ataupun tidak. Perilaku menyimpang banyak ragamnya dari mulai perilaku eksentrik hingga perbuatan kriminal.

Sementara itu kriminalitas adalah satu bentuk penyimpangan, khususnya, perilaku yang melanggar hukum pidana tertentu. Demikian, tidak semua penyimpangan adalah kejahatan. 


Penyimpangan menjadi kejahatan ketika lembaga kemasyarakatan menunjuk penyimpangan tersebut sebagai perilaku yang melanggar hukum atau undang-undang. Tindakan kriminal tersebut bukanlah bawaan lahir dan dapat dilakukan oleh pria ataupun wanita dari beragam usia, mulai dari anak-anak sampai dewasa, bahkan mereka yang telah berusia lanjut.


Beberapa faktor yang mendorong timbulnya kejahatan:
1) Terjadinya perubahan sosial, ekonomi, politik
2) Pemerintahan yang lemah dan korup
3) Masalah kependudukan dan kesulitan ekonomi
4) Sikap mental yang keliru
5) Kurangnya model (teladan) dan orang yang dituakan (senior)
 

Terdapat dua penjelasan teoretis tentang sebab timbulnya kriminalitas.
Pertama, teori asosiasi diferensial dari Edwin H. Sutherland, yang menyebutkan bahwa perilaku kriminal seperti halnya perilaku lainnya, dipelajari (sosialisasi) ketika seseorang berinteraksi dengan orang yang melakukan kejahatan dalam suatu pergaulan yang intim.


Kedua, teori ketegangan (strain theory) dari Robert Merton, yang menyebutkan bahwa penyimpangan lebih mungkin terjadi ketika ada ketidaksesuaian antara tujuan yang dianggap baik oleh masyarakat dan cara untuk memperolehnya.

Penanggulangan segala bentuk tindakan kriminal dapat dilakukan dengan cara preventif (sebelum kejadian) ataupun represif (setelah kejadian). Preventif adalah cara penanggulangan dengan pola mencegah, seperti imbauan atau penyuluhan. Cara represif adalah cara penanggulangan dengan pola keras, seperti penangkapan, pemenjaraan sampai pada penembakan atau pembunuhan.

pengkategorian orang berdasarkan karakteristik, seperti usia, jenis kelamin, kelas dan etnisitas berkaitan dengan akses ke berbagai layanan dan produk sosial, seperti pasar tenaga kerja, sumber pendapatan, pasar perumahan, pendidikan dan sistem kesehatan dan bentuk-bentuk perwakilan dan partisipasi politik. Kesenjangan sosial ini dibentuk oleh berbagai faktor struktural seperti, lokasi geografis, atau status kewarganegaraan, dan oleh wacana dan identitas budaya.

D. Kesenjangan Sosial-Ekonomi sebagai Masalah Sosial
Secara etimologis, kesenjangan berarti tidak seimbang, tidak simetris, atau berbeda. Terdapat dua bentuk kesenjangan, yaitu kesenjangan klasik dan kesenjangan baru. Kesenjangan klasik mencakup perbedaan kelas, status, kekayaan, dan prestise yang dimediasi oleh gender, pendapatan dan pendidikan. Kesenjangan baru mengikuti kesadaran yang lebih besar akan kompleksitas global yang meningkat dan adanya rentang pilihan yang lebih besar, seperti pola konsumsi, gaya hidup, dan dinamika identitas. 

Kesenjangan sosial mengacu pada cara pengkategorian orang berdasarkan karakteristik, seperti usia, jenis kelamin, kelas dan etnisitas berkaitan dengan akses ke berbagai layanan dan produk sosial, seperti pasar tenaga kerja, sumber pendapatan, pasar perumahan, pendidikan dan sistem kesehatan dan bentuk-bentuk perwakilan dan partisipasi politik. Kesenjangan sosial ini dibentuk oleh berbagai faktor struktural seperti, lokasi geografis, atau status kewarganegaraan, dan oleh wacana dan identitas budaya.


Kesenjangan sosial ekonomi mengacu pada kontras antara kondisi ekonomi orang yang berbeda atau kelompok yang berbeda dalam masyarakat yang melaksanakan pembangunan atau modernisasi. Hal ini terjadi karena kurang adanya kesempatan untuk memperoleh sumber pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, dan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan.
 

Semakin besar perbedaan untuk mendapat kesempatan-kesempatan tersebut, semakin besar pula tingkat kesenjangan sosial ekonomi yang terjadi di masyarakat, demikian sebaliknya.

Faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan ekonomi :
a. Menurunnya pendapatan perkapita sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi tanpa diimbangi dengan produktivitas
b. Ketidakmerataan pembangunan antardaerah sebagai akibat kebijakan politik dan kekurangsiapan SDM
c. Rendahnya mobilitas sosial sebagai akibat sikap mental tradisional yang kurang menyukai persaingan dan kewirausahaan.

E. Ketidakadilan sebagai Masalah Sosial
Ketidakadilan pada umumnya menyakut masalah pembagian sesuatu terhadap hak seseorang atau kelompok yang dilakukan secara tidak proporsional. Ada beberapa bentuk ketidakadilan,
a. Stereotip
Adalah pemberian sifat tertentu secara subjektif terhadap seseorang berdasarkan kategori kelompoknya. Stereotip merupakan salah satu bentuk prasangka berdasarkan kategori ras, jenis kelamin, kebangsaan, dan tampilan komunikasi verbal maupun nonverbal. 


Stereotip dapat berbentuk positif, contoh, Indonesia adalah bangsa yang ramah, maupun negatif, contoh, orang-orang di pulau itu malas.


b. Marginalisasi
Adalah proses pemutusan hubungan kelompok-kelompok tertentu dengan lembaga sosial utama, seperti struktur ekonomi, pendidikan, dan lembaga sosial ekonomi lainnya. Marginalisasi orang selalu melibatkan kemampuan penduduk yang dominan untuk melaksanakan beberapa tingkat kontrol dan kekuasaan atas kelompok-kelompok yang terpinggirkan. Kelompok atau individu yang marjinal sering dikecualikan dari layanan, program, dan kebijakan.


c. Subordinasi
Subordinasi atau penomorduaan adalah pembedaan perlakukan terhadap identitas sosial tertentu. Di mana umumnya yang menjadi kelompok subordinasi adalah kelompok minoritas.


d. Dominasi
Adalah suatu kondisi yang dialami oleh orang-orang atau kelompok untuk sejauh bahwa mereka bergantung pada hubungan sosial di mana beberapa orang atau kelompok lain memegang kekuasaan sewenang-sewenang atas mereka. Ada beberapa bentuk dominasi diantaranya, perbudakan, rezim diskriminasi sistematis terhadap kelompok minoritas, rezim politik kolonial, despotism, totalitarianism, kapitalisme, dan feodalisme.
==========

TUGAS KELAS XI
Rabu, 26 Agustus 2026
Waktu Pengerjaan : 09:45 - 11:45

Bacalah dan fahami materi diatas, lalu buatlah pertanyaan pilihan ganda sampai dengan opsi E beserta kunci jawaban yang sesuai dengan materi diatas.

Ketik pertanyaan tersebut di kolom komentar untuk menambah perbendaharaan Bank Soal.

Jangan lupa mencantumkan Nama saat mengetik di kolom komentar. Selamat Mengerjakan.

Jumat, 14 Agustus 2026

Mahir Microsoft Excel

Bidang Studi : Informatika
Kelas / Semester : X / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2026 / 2027
===========================

Untuk dapat mahir dalam mengoperasikan program aplikasi Microsoft Excel, diperlukan banyak latihan. Berikut adalah materi link materi yang bisa anda gunakan sebagai media latihan. 

Senin, 03 Agustus 2026

BAB 1 Berpikir Kritis dan Berdemokrasi

Materi Pelajaran : PAI
Kelas : XII
Semester : Ganjil

====================

1. Membaca Q.S. Ali Imran/3: 190-191, dan Q.S. Ali Imran/3:159

Q.S. Ali 'Imran Ayat 190-191

​إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ (190)

​الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (191)

​Q.S. Ali 'Imran Ayat 159

​فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (159)


Kamis, 30 Juli 2026

BAB 1 Menjiwai Pancasila

 Tujuan Pembelajaran :

1. Menganalisa rumusan dan keterkaitan sila-sila Pancasila

2. Menjelaskan makna sila-sila Pancasila

3. Menguraikan penerapan Pancasila dalam tindakan

4. Menganalisa kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara

BAB 1 Meraih Kesuksesan Dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab 1 ini siswa diharapkan kompeten dalam membaca, menghafal, dan menganalisis ayat dan hadis tentang kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Membaca Q.S Al Maidah/5:48 

​وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِيَمَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ


TUGAS PAI
Kelas X
Hari / Tanggal : Kamis, 13 Agustus 2026
Waktu Pengerjaan : Pukul 09:00 - 12:00 WIB

Bacalah Q.S Al Maidah ayat 48 diatas dengan tajwid yang benar, fokus pada penerapan Makhorijul Huruf, Mad, Ikhfa', Idzhar, Idghom, dan Iqlab serta Waqof.

Rekamlah bacaan anda dalam bentuk audio di hp masing-masing, lalu upload ke google drive anda dan bagikan link nya di kolom komentar di bawah ini.

Selamat mengerjakan.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran :

Setelah mempelajari BAB 1 tentang PANCASILA, peserta didik diharapkan mampu :

1. menganalisis pandangan para pendiri negara mengenai rumusan Pancasila sebaga dasar negara; 

2. menguraikan kedudukan dan fungsi Pancasila bagi bangsa dan Negara Indonesia: 

3. menjelaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari; dan 

4. memberikan contoh penggunaan produk dalam negeri.

BAB 1 Keanekaragaman Hayati

Materi Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Semester : Ganjil
========================

​1. Pengertian Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)

​Keanekaragaman hayati adalah variasi kehidupan di bumi pada semua tingkatan, mulai dari gen, spesies, hingga ekosistem. Keanekaragaman ini terbentuk karena adanya variasi genetik dan interaksi organisme dengan lingkungannya.

​2. Tingkatan Keanekaragaman Hayati

​Keanekaragaman hayati dibagi menjadi tiga tingkatan utama:

​A. Keanekaragaman Tingkat Gen (Genetik)

  • Pengertian: Variasi atau perbedaan susunan gen dalam satu spesies yang sama.
  • Penyebab: Kombinasi perangkat genetik dari kedua induknya serta pengaruh lingkungan.
  • Contoh:
    • ​Buah mangga (mangga golek, mangga manalagi, mangga arumanis).
    • ​Kucing (kucing angora, kucing persia, kucing kampung).
    • ​Keanekaragaman warna kulit atau bentuk rambut pada manusia.

​B. Keanekaragaman Tingkat Spesies (Jenis)

  • Pengertian: Variasi atau perbedaan yang ditemukan di antara makhluk hidup yang berbeda spesies dalam satu genus atau famili yang sama.
  • Contoh:
    • ​Keluarga kucing-kucingan (Felidae): Singa (Panthera leo), Harimau (Panthera tigris), dan Kucing rumah (Felis catus).
    • ​Keluarga kacang-kacangan: Kacang tanah, kacang hijau, dan buncis.

​C. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem

  • Pengertian: Variasi ekosistem akibat perbedaan komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan fisik) di suatu wilayah.
  • Contoh:
    • ​Ekosistem hutan hujan tropis
    • ​Ekosistem terumbu karang
    • ​Ekosistem padang rumput
    • ​Ekosistem mangrove

​3. Keanekaragaman Hayati di Indonesia

​Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversity (memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi) kedua di dunia setelah Brasil.

  • Garis Wallace dan Garis Weber: Membagi persebaran fauna di Indonesia menjadi tiga tipe:
    • Tipe Asiatis (Barat): Dipengaruhi oleh daratan Asia (contoh: gajah, badak bercula satu, orangutan, harimau).
    • Tipe Australis (Timur): Dipengaruhi oleh daratan Australia (contoh: burung cendrawasih, kasuari, kuskus, kanguru pohon).
    • Tipe Peralihan (Wallacea - Tengah): Fauna endemik yang unik (contoh: anoa, babarusa, komodo, burung maleo).
  • Flora di Indonesia: Indonesia kaya akan tumbuhan berkayu, tumbuhan obat, serta flora endemik seperti Rafflesia arnoldii dan bunga bangkai (Amorphophallus titanum).

​4. Manfaat Keanekaragaman Hayati

​Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan alam, meliputi:

  • Sumber Pangan: Sumber karbohidrat, protein, buah-buahan, dan sayuran.
  • Sumber Sandang dan Papan: Bahan pakaian (kapas, rami) dan bahan bangunan (kayu jati, meranti).
  • Sumber Obat-obatan: Banyak tanaman tradisional (seperti jahe, kunyit, mengkudu) yang dimanfaatkan untuk kesehatan.
  • Sumber Plasma Nutfah: Sumber gen untuk merakit varietas unggul baru melalui persilangan.
  • Aspek Ekologis: Menjaga keseimbangan ekosistem, daur biogeokimia, penyedia oksigen, dan penyerapan karbon.
  • Estetika dan Rekreasi: Sebagai objek wisata alam (ecotourism).

​5. Ancaman dan Upaya Pelestarian

​A. Faktor Penyebab Penurunan Keanekaragaman Hayati

  • ​Hilangnya habitat (habitat loss) akibat alih fungsi lahan atau deforestasi.
  • ​Pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan (overexploitation).
  • ​Masuknya spesies asing invasif (invasive species).
  • ​Pencemaran lingkungan (air, tanah, udara).
  • ​Perubahan iklim global.

​B. Upaya Pelestarian (Konservasi)

  • Konservasi In Situ: Pelestarian makhluk hidup di dalam habitat aslinya.
    • Contoh: Taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, dan hutan lindung.
  • Konservasi Ex Situ: Pelestarian makhluk hidup di luar habitat aslinya (karena habitat aslinya rusak).
    • Contoh: Kebun binatang, kebun raya (seperti Kebun Raya Bogor), taman safari, dan penangkaran.

BAB 1 Memahami Kelompok Sosial

Materi Sosiologi
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2026/2027

1. Perhatikan poster berikut, baca dan fahami teks di dalamnya. 
2. Dikolom komentar, berikan tanggapan anda serta sebutkan minimal satu masalah yang biasa terjadi di komunitas sosial serta sebutkan pula minimal satu solusi atas permasalah tersebut.
3. Dalam menuliskan komentar jangan lupa sebutkan nama lengkap dan kelas.