Jumat, 14 Agustus 2026
Mahir Microsoft Excel
Senin, 03 Agustus 2026
BAB 1 Berpikir Kritis dan Berdemokrasi
Kelas : XII
Semester : Ganjil
====================
1. Membaca Q.S. Ali Imran/3: 190-191, dan Q.S. Ali Imran/3:159
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ (190)
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (191)
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (159)
Kamis, 30 Juli 2026
BAB 1 Menjiwai Pancasila
Tujuan Pembelajaran :
1. Menganalisa rumusan dan keterkaitan sila-sila Pancasila
2. Menjelaskan makna sila-sila Pancasila
3. Menguraikan penerapan Pancasila dalam tindakan
4. Menganalisa kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara
BAB 1 Meraih Kesuksesan Dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab 1 ini siswa diharapkan kompeten dalam membaca, menghafal, dan menganalisis ayat dan hadis tentang kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
1. Membaca Q.S Al Maidah/5:48
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِيَمَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Hari / Tanggal : Kamis, 13 Agustus 2026
Bacalah Q.S Al Maidah ayat 48 diatas dengan tajwid yang benar, fokus pada penerapan Makhorijul Huruf, Mad, Ikhfa', Idzhar, Idghom, dan Iqlab serta Waqof.
Rekamlah bacaan anda dalam bentuk audio di hp masing-masing, lalu upload ke google drive anda dan bagikan link nya di kolom komentar di bawah ini.
Selamat mengerjakan.
Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari BAB 1 tentang PANCASILA, peserta didik diharapkan mampu :
1. menganalisis pandangan para pendiri negara mengenai rumusan Pancasila sebaga dasar negara;
2. menguraikan kedudukan dan fungsi Pancasila bagi bangsa dan Negara Indonesia:
3. menjelaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari; dan
4. memberikan contoh penggunaan produk dalam negeri.
BAB 1 Keanekaragaman Hayati
1. Pengertian Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)
Keanekaragaman hayati adalah variasi kehidupan di bumi pada semua tingkatan, mulai dari gen, spesies, hingga ekosistem. Keanekaragaman ini terbentuk karena adanya variasi genetik dan interaksi organisme dengan lingkungannya.
2. Tingkatan Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati dibagi menjadi tiga tingkatan utama:
A. Keanekaragaman Tingkat Gen (Genetik)
- Pengertian: Variasi atau perbedaan susunan gen dalam satu spesies yang sama.
- Penyebab: Kombinasi perangkat genetik dari kedua induknya serta pengaruh lingkungan.
-
Contoh:
- Buah mangga (mangga golek, mangga manalagi, mangga arumanis).
- Kucing (kucing angora, kucing persia, kucing kampung).
- Keanekaragaman warna kulit atau bentuk rambut pada manusia.
B. Keanekaragaman Tingkat Spesies (Jenis)
- Pengertian: Variasi atau perbedaan yang ditemukan di antara makhluk hidup yang berbeda spesies dalam satu genus atau famili yang sama.
-
Contoh:
- Keluarga kucing-kucingan (Felidae): Singa (Panthera leo), Harimau (Panthera tigris), dan Kucing rumah (Felis catus).
- Keluarga kacang-kacangan: Kacang tanah, kacang hijau, dan buncis.
C. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem
- Pengertian: Variasi ekosistem akibat perbedaan komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan fisik) di suatu wilayah.
-
Contoh:
- Ekosistem hutan hujan tropis
- Ekosistem terumbu karang
- Ekosistem padang rumput
- Ekosistem mangrove
3. Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversity (memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi) kedua di dunia setelah Brasil.
-
Garis Wallace dan Garis Weber: Membagi persebaran fauna di Indonesia menjadi tiga tipe:
- Tipe Asiatis (Barat): Dipengaruhi oleh daratan Asia (contoh: gajah, badak bercula satu, orangutan, harimau).
- Tipe Australis (Timur): Dipengaruhi oleh daratan Australia (contoh: burung cendrawasih, kasuari, kuskus, kanguru pohon).
- Tipe Peralihan (Wallacea - Tengah): Fauna endemik yang unik (contoh: anoa, babarusa, komodo, burung maleo).
- Flora di Indonesia: Indonesia kaya akan tumbuhan berkayu, tumbuhan obat, serta flora endemik seperti Rafflesia arnoldii dan bunga bangkai (Amorphophallus titanum).
4. Manfaat Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan alam, meliputi:
- Sumber Pangan: Sumber karbohidrat, protein, buah-buahan, dan sayuran.
- Sumber Sandang dan Papan: Bahan pakaian (kapas, rami) dan bahan bangunan (kayu jati, meranti).
- Sumber Obat-obatan: Banyak tanaman tradisional (seperti jahe, kunyit, mengkudu) yang dimanfaatkan untuk kesehatan.
- Sumber Plasma Nutfah: Sumber gen untuk merakit varietas unggul baru melalui persilangan.
- Aspek Ekologis: Menjaga keseimbangan ekosistem, daur biogeokimia, penyedia oksigen, dan penyerapan karbon.
- Estetika dan Rekreasi: Sebagai objek wisata alam (ecotourism).
5. Ancaman dan Upaya Pelestarian
A. Faktor Penyebab Penurunan Keanekaragaman Hayati
- Hilangnya habitat (habitat loss) akibat alih fungsi lahan atau deforestasi.
- Pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan (overexploitation).
- Masuknya spesies asing invasif (invasive species).
- Pencemaran lingkungan (air, tanah, udara).
- Perubahan iklim global.
B. Upaya Pelestarian (Konservasi)
-
Konservasi In Situ: Pelestarian makhluk hidup di dalam habitat aslinya.
- Contoh: Taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, dan hutan lindung.
-
Konservasi Ex Situ: Pelestarian makhluk hidup di luar habitat aslinya (karena habitat aslinya rusak).
- Contoh: Kebun binatang, kebun raya (seperti Kebun Raya Bogor), taman safari, dan penangkaran.
BAB 1 Memahami Kelompok Sosial
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2026/2027
Kamis, 16 Mei 2024
PJOK X BAB IX PERGAULAN SEHAT
- Cari dan bacalah berbagai informasi tentang konsep dan prinsip pergaulan yang sehat antar remaja dan perlunya waspada serta menjaga diri dari bahaya pergaulan yang tidak sehat dari buku ini atau sumber lain.
- Tanyakan hal-hal yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pergaulan yang sehat antar remaja dan cara memilih teman yang baik.
- Identifikasi pergaulan sehat pada remaja, dan kerjakan secara berkelompok.
- Identifikasi bahaya pergaulan yang tidak sehat pada remaja.
- Identifikasi akibat yang ditimbulkan akibat pergaulan yang tidak sehat secara individu.
- Diskusikan tahapan-tahapan pergaulan sehat secara berkelompok dengan menunjukkan perilaku disiplin, kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab selama melakukan aktivitas.
- Temukan hubungan pergaulan yang sehat terhadap masa depan.
- Presentasikan hasil kerja di depan kelas dengan menunjukkan perilaku disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab selama melakukan aktivitas
pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerja sama antarindividu atau kelompok guna melakukan hal–hal yang positif.
• sehat jasmani,
• sehat mental,
• sehat spiritual,
• kesejahteraan sosial.
Pengertian sehat menurut UU No.23 / 1992
C. Remaja
Remaja dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai mulai dewasa. Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik (Hurlock,1992). Pasa masa ini, seorang individu biasanya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.
Pergaulan sehat dapat juga diartikan sebagai proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu, atau individu dengan kelompoknya dengan normal, baik tubuh, jiwa maupun kehidupan sosialnya. Yang dimaksud normal adalah para remaja menyadari bahwa pergaulan sesama teman dan kelompoknya adalah suatu keharusan untuk menjalankan fungsi sosialnya agar setiap anak memperoleh keuntungan pribadi dalam hal perkembangan kepribadiannya.
nya kesadaran beragama bagi remaja Bagi anak remaja, sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran agama. Kenyataan sehari-hari menunjukkan bahwa remaja yang melakukan pergaulan tidak sehat sebagian besar kurang memahami norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran beragama agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat.
Rasa setia kawan dibutuhkan agar dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik, rasa setia kawan dalam hal-hal yang positif dan bukan sebaliknya.
Maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu, teman yang pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan, melainkan kita tetap berteman dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat/akrab dengan orang yang memiliki sifat yang tidak baik/sehat.
4. Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif
5. Laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu
Remaja harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya sesuai dengan norma agama dan norma sosial di Indonesia. Misalnya menyapa teman lawan jenis dengan sapaan yang baik, bersahabat dan berteman dengan lawan jenis dengan saling menghormati dan menghargai, memakai pakaian yang sesuai dengan situasi dan kondisi serta tidak mempertontonkan aurat dan sebagainya.
Kita harus mampu mengendalikan emosi diri kita, jangan sampai emosi yang menguasai diri kita. Sabar adalah salah satu kunci penguasaan emosi. Cobalah melatih diri dalam menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan dengan amarah atau emosi.
Hal ini bisa dimulai dari hal yang sepele. Saat kita punya makanan kecil, paling tidak tawari teman kita. Kalau makanannya sedikit, usahakan jangan makan di depan teman-teman kita. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa kita peduli dengan sekeliling kita dan menjaga perasaan orang lain.
Gosip atau menyebarkan desas-desus kelihatannya mengasyikkan tetapi sikap seperti ini mencerminkan bahwa kita gemar mengungkap aib orang lain dan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Agama juga melarang bergunjing karena bisa menimbulkan fitnah dan menyakiti orang lain.
Kebiasaan mencuri dengar atau menguping pembicaraan orang lain adalah kebiasaan yang tidak disukai. Meskipun kita merasa akrab, kita tetap harus tahu dan menghargai batasan hal-hal yang bersifat pribadi. Ketika teman menerima telepon, usahakan jangan menyimak obrolannya supaya kita tidak dituduh selalu ingin tahu urusan orang lain.
6. Bersikap peduli saat teman sedang mencurahkan isi hatinya
Simak cerita teman yang sedang mencurahkan isi hatinya baik-baik dan pahami permasalahannya. Kalau kita tidak bisa memberikan solusi yang tepat, setidaknya kita menjadi pendengar yang baik. Dengan begitu, dia akan merasa bebannya berkurang dan dihargai sebagai teman, selanjutnya jaga kerahasiaan teman.
7. Rendah hati
Biasakan rendah hati dan jangan terlalu membanggakan diri sendiri atau keluarga di setiap obrolan dengan teman. Kalau terlalu sering membanggakan diri sendiri atau keluarga, kita akan dikatakan sombong dan tinggi hati. Akuilah dan hargailah kelebihan orang lain karena dengan begitu kita akan terbiasa mengakui dan menghargai kelebihan orang lain. Hal ini akan memupuk jiwa besar dan lapang dada.
8. Jadilah diri sendiri
Tunjukkan siapa diri kita. Bersikap tegas dan tidak mengorbankan diri untuk sekedar diakui lingkungan pergaulan merupakan benteng bagi kita juga dalam menyikapi pengaruh lingkungan pergaulan kita. Sikap sikap tersebut memang terlihat sepele, tetapi dapat menghiasi kecantikan akhlak seseorang. Bila semua itu kita lakukan dengan tulus, kita bisa disukai dalam pergaulan.
a. Pengertian
Pergaulan tidak sehat atau biasa disebut pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang. “Bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar, baik di lingkungan maupun dari media massa.
b. Penyebab
dan mana yang tidak baik. Remaja yang ikut ke dalam pergaulan tidak sehat ini biasanya tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik.
barat yang lebih bebas.
- Pergaulan bebas, Adalah perilaku menyimpang, yang melewati batas-batas norma ke-timuran yang ada.
- Ketergantungan obat, Konsumsi obat-obat terlarang sampai akhirnya mengalami ketergantungan obat.
- Menurunnya derajat kesehatan
- Meningkatkan kriminalitas
- Merenggangkan hubungan keluarga
- Menyebarkan penyakit
- Menurunnya prestasi
e. Pencegahan
Untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya pergaulan tidak sehat, remaja perlu diberi pendidikan mengenai dampak pergaulan tidak sehat dan memberi pendidikan kerokhanian agar mereka sadar tentang apa akibat yang akan ditimbulkan dari pergaulan tidak sehat, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan.
Pembentuk jati diri yang utama adalah lingkungan. Lingkungan yang sehat akan melahirkan remaja yang sehat pula, tetapi sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan membentuk pribadi remaja yang kurang sehat. Lingkungan yang kurang baik juga bisa menjerumuskan remaja kepada pergaulan tidak sehat.
Remaja yang sudah masuk ke dalam lingkungan yang salah akan sulit sekali untuk kembali ke dalam lingkungan yang baik karena anak usia remaja memilki jiwa dan pikiran yang masih labil. Untuk itu, peran orang tua dan lingkungan terdekat sangat dinperlukan dalam menciptakan remaja yang baik.
Hal-hal yang perlu dilakukan agar remaja mempunyai pergaulan yang sehat dan baik.
- Membekali diri dengan bimbingan agama sedini mungkin agar mempunyai kontrol perilaku yang kuat dalam pergaulan.
- Di saat akan keluar rumah, biasakan untuk meminta izin dan jelaskan tujuan kepergian dan dengan siapa perginya serta pulang jam berapa agar orang tua tahu.
- Salurkan bakat dan minat dalam hal-hal positif.
- Yakinlah bahwa aturan yang diberikan orang tua/guru bukan bermaksud mengekang tetapi untuk kebaikan masa depan.
- Biasakan bicara dengan orang tua , ceritakan tentang kejadian yang sudah dialami, jadikan orang tua atau guru sebagai tempat mencurahkan isi hati.
- Mari menjadi pelopor remaja penganut pergaulan sehat.
Selasa, 14 Mei 2024
PAI XI BAB 11 - Perkembangan Peradaban Islam Pada Masa Kejayaan
Kompetensi Dasar
RINGKASAN MATERI
A. Perkambangan Ajaran Islam
Risalah Islam dimulai tahun 611 M, saat Nabi Muhammad saw. diangkat sebagai Rasul Allah swt., yang kemudian diteruskan oleh Khulafa'urrasyidin selama kurun 632-660 M.
Di bidang peradaban dan ilmu pengetahuan, umat Islam pernah berjaya selama lebih kurang tujuh abad (antara abad VII-XIII). Kejayaan tersebut membuahkan pusat-pusat keunggulan, baik di bidang pendidikan, tempat peribadatan, perekonomian, pertanian, kedokteran, dan lain sebagainya. Semua hasil yang dicapai umat Islam ketika itu tercatat dalam lembaran sejarah. Bahkan, hasil yang dicapai bangsa Barat saat ini tidak lepas dari sumbangan besar umat Islam. Faktor yang mendorong kemajuan peradaban umat Islam itu antara lain sebagai berikut.
1. Faktor Intern
2. Faktor Ekstern
b. Penguasa (Khalifah) memberikan peluang kepada orang-orang non-Arab (kaum Mawali) untuk menduduki jabatan.
Sebagai induk ilmu pengetahuan, filsafat memengaruhi ilmu-ilmu lain. Semua ilmu membutuhkan cara berpikir filsafat, tidak terkecuali ilmu-ilmu keislaman seperti fiqih, ilmu tauhid, tafsir, dan lain-lain. Apalagi ajaran Islam lebih banyak bersifat global yang tentunya membutuhkan pemikiran mendalam sekaligus memfungsikan akal dalam mencapai solusi permasalahan dunia. Tokoh filsafat Islam di antaranya adalah Al-Kindi, Ibnu Rusyd, Al-Farabi, Ibnu Sina, dan lain sebagainya.
Manfaat ilmu fiqih antara lain sebagai berikut :
c. Tercapainya pribadi muslim yang baik sehingga membuahkan masyarakat dan bangsa yang baik.
Tasawuf adalah suatu cabang ilmu yang membahas mengenai tata cara penyucian diri dari segala sifat tercela sehingga dapat berhubungan sedekat mungkin dengan Allah swt. Beberapa tokoh tasawuf yaitu Imam Al-Ghazali, Rabi'ah Al-Adawiyah, Abdul Farid Zunnun Al-Misri, Abu Yazid Al-Bustami, dan Al-Hallaj.
4. Ilmu Kedokteran
Beberapa tokoh muslim di bidang kedokteran yang terkenal antara lain Hunain bin Ishaq (809-874), Abu Bakar Muhammad Zakariya Ar-Razi (Ar-Razi), Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Abu Marwan Abdul Malik, dan Abdul Qasim Az-Zahrawi.
Beberapa tokoh muslim yang berperan penting dalam ilmu sejarah yaitu Ath-Thabari (839-923 M), Ibnu Qutaibah (828-889 M), dan Ibnu Khaldun (1332-1406 M).
6. Ilmu Geografi
Beberapa tokoh muslim di bidang geografi yaitu Ibnu Batutah (pencipta kompas), Al-Khawarizmi, dan Al-Mas'udi.
Tokoh-tokoh muslim di bidang geometri, antara lain Al-Khawarizmi, Abu Abbas Al-Fadzal Halim An-Nirazi, Ali Al-Hasan Ibnu Haitam, dan Omar Khayyam.
8. Ilmu Kesenian
Karya seni Islam meliputi hampir seluruh bidang kehidupan manusia, misalnya pada bangunan masjid, istana, perabotan rumah tangga, pakaian, buku, taman kota, tulisan, dan kaligrafi. Contoh buah karya seni umat Islam, antara lain sebagai berikut.
1) Menara Masjid Sultan Hasan di Maroko.
4) Taj Mahal di India.
C. Pusat-Pusat Peradaban Islam pada Abad Pertengahan
1. Baghdad
Kota Baghdad didirikan oleh khalifah Abbasiyyah kedua, Al-Mansyur (754-775 M) pada tahun 762 M. Baghdad berarti taman keadilan. Taman ini lenyap bersama kehancuran Kerajaan Persia. Akan tetapi, nama itu tetap menjadi kenangan rakyatnya.
2. Kairo
Kota Kairo dibangun pada tanggal 17 Sya'ban 358 H/969 M oleh panglima perang Dinasti Fatimiyah yang bernama Jawhar Al-Siqili atas perintah Khalifah Al-Mu'iz Lidinillah (953-975 M). Pada tahun 359 H (970 M), beliau mendirikan Masjid Al-Azhar yang selanjutnya berkembang menjadi universitas besar dan sampai sekarang masih berdiri dengan megah.
Isfahan adalah kota terkenal di Persia dan pernah menjadi ibu kota Kerajaan Safawi. Ketika Raja Abbas berkuasa, kota ini menjadi kota yang luas dan ramai yang terletak di atas Sungai Zandah. Masjid Syah yang masih ada sampai sekarang didirikan oleh Abbas dan menjadi salah satu masjid terindah di dunia.
Istanbul adalah ibu kota Kerajaan Turki Usmani. Kota ini sebelumnya merupakan ibu kota Kerajaan Romawi Timur yang bernama Konstantinopel. Pada masa jayanya, Kerajaan Romawi Timur dapat dikatakan sebagai sebuah negara adidaya yang hanya dapat disaingi oleh Kerajaan Persia.
Delhi adalah ibu kota kerajaan-kerajaan Islam di India sejak tahun 608 H/1211 M. Sebagai ibu kota kerajaan Islam, Delhi juga menjadi pusat kebudayaan dan peradaban Islam di India.
Kota Cordova atau Kordoba adalah sebuah kota yang terletak di sebelah Sungai Guadalquivir di Spanyol Selatan. Kota ini didirikan oleh Claudius Mercellus pada zaman Romawi Kuno. Kota ini termasuk kota yang berkembang dengan pesat.
Pada masa pemerintahan Muhammad V (1354-1391 M), Granada mengalami puncak kejayaan, baik dalam sarana fisik, arsitektur, maupun dalam bidang politik dan ilmu pengetahuan.
'Ulama terkenal dari Bukhara adalah Imam Al-Bukhari, seorang ahli hadits terkenal di dunia Islam. Ia adalah penulis kitab Sahih Al-Bukhari. Bukhara memang dikenal sebagai pusat ilmu-ilmu keagamaan Islam.
Tidak dapat dipungkiri bahwa Eropa berkembang hingga saat ini karena memiliki pengaruh Islam. Penyerapan pengaruh Islam yang terbanyak adalah di Spanyol. Lahirnya para filsuf muslim yang telah menguak cakrawala ilmu pengetahuan telah menjadikan Spanyol sebagai pusat peradaban dunia.
Sebagai generasi penerus, memahami peradaban Islam mutlak dilakukan untuk hal-hal berikut :
1. Kajian ilmiah bahwa kejayaan Islam terbukti pernah ada di dunia.
2. Memelihara semangat pembangunan dalam rangka mencapai kemajuan di segala bidang yang menjadi profesi masing-masing.
3. Mengambil pelajaran mengenai umat Islam terdahulu yang mampu menjadi negara adidaya. 4. Menciptakan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam memperjuangkan kemuliaan Islam dan kaum muslim demi kesejahteraan umat manusia.
Senin, 13 Mei 2024
PAI XI BAB 10 - Khotbah, Tablig, dan Dakwah
Kompetensi Dasar
Selasa, 30 April 2024
PAI X BAB 8 Menghindari Akhlak Madzmumah dan Membiasakan Akhlak Mahmudah Agar Hidup Nyaman dan Berkah
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu :
1. Menganalisis manfaat menghindari sikap temperamental (ghadhab), menumbuhkan sikap kontrol diri dan berani dalam kehidupan sehari hari pengertian, dalil, macam dan manfaatnya.
2. Menyajikan paparan tentang menghindari perilaku temperamental (ghadhab), menumbuhkan sikap kontrol diri dan berani;
3. Meyakini bahwa sikap temperamental (ghadhab) merupakan larangan dan sikap kontrol diri dan berani adalah perintah agama;
4. Menghindari sikap temperamental (ghadhab) dan membiasakan sikap kontrol diri dan berani dalam kehidupan sehari-hari.
=====================================================
=====================================================
C. Ayo Tadarus
Sebelum memulai pelajaran, marilah kita tadarus Al-Qur`an terlebih
dahulu.
1. Bacalah Q.S. Ali Imran/3: 133-134 berikut ini secara bersama-sama
dengan tartil!
2. Perhatikan makkraj dan hukum bacaannya!
Artinya :
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.
=====================================================
D. Kisah Inspirasi
Bacalah dengan cermat dan teliti kisah inspiratif berikut ini! Lalu simpulkan dan tuliskan di buku kalian, hikmah apakah yang bisa kita petik dari kisah tersebut! Kaitkanlah hikmah dari kisah tersebut dengan pengalaman hidup yang kalian alami!
KISAH PAKU DAN SEBATANG BALOK KAYU
Alkisah, tersebutlah seorang murid yang memiliki sifat temperamental, mudah marah dan kesulitan mengendalikan dirinya. Dia selalu mengalami kesulitan untuk mengontrol emosinya, bahkan selalu mudah marah dan berkata kasar hanya untuk kesalahan-kesalahan kecil orang lain yang membuatnya tersinggung. Hingga pada suatu hari ia dipanggil oleh gurunya. Sang guru merasa berkewajiban untuk menasehati dan menjadikan murid ini lebih baik akhlaknya, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.
Oleh sang guru, ia diminta untuk menyiapkan sebatang balok kayu, palu dan paku. Dan dengan pendekatan serta sentuhan hati yang tulus, guru itu pun meminta kepadanya, agar setiap kali ia marah, ia harus menancapkan satu buah paku ke balok kayu dengan menggunakan palu yang sudah disiapkan.
Berapa kali pun marah, ia harus melakukan hal tersebut dengan paku-paku yang baru. Ia pun menerima nasihat dari gurunya dan bersedia melakukannya.
Keesokan harinya, ia kembali dipanggil oleh sang guru di sekolah, dan ditanya, “dari kemarin sampai pagi ini sudah berapa buah paku yang engkau tancapkan di atas balok kayu itu?” Ia menjawab, “dua puluh, guru” jawabnya sambil menunduk malu. Dalam hati ia menyadari, ternyata hampir setiap satu jam ia marah kepada orang lain. Sang guru pun tidak berkomentar apa-apa, dan memintanya untuk kembali lagi minggu depan serta berpesan untuk terus melanjutkan kegiatan itu.
Satu minggu berlalu dan saatnya sang guru memanggilnya kembali. Dengan wajah berseri-seri, ia menghadap kepada gurunya dan berkata “terima kasih guru, karena nasihat yang guru berikan, yang tadinya satu hari saya menancapkan 20 buah paku, pelan-pelan mulai berkurang, dan dari kemarin hingga pagi ini saya sama sekali tidak menancapkan paku lagi”. Dan sang guru pun menjawab “bagus sekali nak. Kalau begitu, tugasmu selanjutnya adalah, setiap kali engkau berhasil menahan amarahmu, maka cabutlah satu paku yang engkau tancapkan sebelumnya. Setiap hari seperti itu, nanti engkau boleh
kembali lagi setelah engkau berhasil mencabut semua paku di balok kayu itu”.
Hari demi hari berlalu, berganti minggu dan beberapa bulan kemudian murid itu pun kembali menghadap gurunya dengan wajah yang berseri-seri tetapi penuh dengan rasa penasaran. “Guru, saya telah mencabut semua paku seperti yang guru nasihatkan, setiap kali saya bisa mengendalikan amarah saya, dan saat ini semua paku sudah berhasil saya cabut” lapornya. “Luar biasa sekali anakku. Tentu tidak mudah bagimu untuk melakukan apa yang aku sarankan. Dan sekarang, bolehkan aku bertamu ke rumahmu dan melihat paku-paku dan balok kayu itu?” Ia menjawab dengan cukup penasaran “baiklah guru, tapi kalau boleh tahu, untuk apa guru melihat paku-paku dan balok kayu itu?” “Nanti kamu juga akan tahu” jawab sang guru.
Kemudian guru dan murid itu pun beriringan menuju ke rumah sang murid dan kemudian melihat balok kayu yang sudah bersih dari tancapan paku, tetapi balok kayu itu terlihat buruk karena bekas-bekas lubang paku yang dicabut. Lalu sang guru berkata “anakku, engkau sudah melakukan hal yang luar biasa dengan menahan amarahmu. Tapi engkau juga harus tahu, bahwa ada akibat yang engkau timbulkan dari amarahmu selama ini. Ketika engkau marah dan meluapkan emosimu dengan mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati orang lain, maka hal itu seperti kiasan paku yang menancap di balok kayu ini. Tidak ada bedanya kemarahan yang disengaja, maupun kemarahan yang spontan, semuanya sama-sama berakibat buruk bagi orang lain” kata sang guru dengan penuh bijaksana.
“Anakku, tidak cukup bagimu hanya menyesali, meminta maaf dan memohon ampunan kepada Allah Swt. atas apa yang pernah engkau perbuat. Permintaan maafmu kepada orang yang pernah engkau sakiti, ibarat engkau mencabut paku-paku itu dari balok kayu. Pakunya bisa dicabut, tetapi bekas lubang pakunya tidak bisa hilang. Demikian juga dengan sakit hati, barangkali orang lain bisa memaafkan, tetapi belum tentu ia bisa melupakan apa yang pernah kita lakukan kepadanya. Oleh karena itu, janganlah engkau meremehkan kata-kata buruk, emosi dan kemarahanmu kepada orang lain,
karena luka yang disebabkan oleh kata-kata, sama sakitnya dengan luka fisik yang kita alami” pungkas sang guru. Murid itu pun menunduk dan menyadari sifat temperamental yang ia miliki selama ini, ternyata berdampak buruk bagi orang lain dan merugikan dirinya sendiri, dan ia pun berjanji untuk menjadi orang yang lebih baik dengan mengendalikan amarah dan emosinya dalam kehidupan berikutnya. (Dinarasikan kembali dari rumahinspirasi.com)
Sabtu, 10 Juni 2023
Amalan Istimewa di Bulan Dzulhijah
Sahabat, selain bulan suci ramadhan, didalam islam ternyata masih ada beberapa bulan lagi yang termasuk bulan istimewa, diantaranya adalah bulan dzulhijah.
Diantara keistimewaan yang terdapat di bulan dzulhijah adalah terletak pada 10 hari pertama. Sebagaimana di riwayatkan dalam sebuah hadist riwayat At Tirmizi, bahwasannya Rosulullah SAW pernah bersabda :
" Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai Allah SWT melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah SWT?" Rasulullah SAW menjawab, "Tidak pula jihad di jalan Allah SWT, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun. "
Allah SWT berfirman di dalam Surat Al Fajr ayat 2





